Budidaya Ciplukan

Samto 09 Desember 2017 07:32:05 WIB

Mitra Tani- Keberhasilan budidaya ceplukan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain adalah persyaratan untuk tumbuh, penyiapan bibit, penanaman dan perawatan.

 Syarat Tumbuh

Tanaman ceplukan cocok hidup di tanah yang subur, gembur, tidak tergenang air, dan memiliki pH mendekati netral. Tanaman ceplukan mampu hidup pada tanah yang kurus, agak padat, dan kurang terawat bersama tanaman liar yang lain. Kondisi lapisan olah tanah bagian atas sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanaman ceplukan. Tanaman ceplukan banyak ditemukan pada musim hujan. Oleh karena itu, tanaman ceplukan cocok dibudidayakan di daerah yang agak basah dan di tempat yang terbuka. Ceplukan dapat hidup di dataran rendah hingga dataran dengan ketinggian sekitar 1.500 m dpl.

 

  1. Penyiapan Bibit

Hingga saat ini, ceplukan belum pernah dibudidayakan untuk tujuan komersial. Untuk memenuhi tujuan pembudidayaan, bibit tanaman ceplukan dapat disiapkan melalui cara generatif dan cara vegetatif.

 

  1. Bibit Hasil Perbanyakan Generatif

Pembudidayaan tanaman ceplukan yang dilakukan dengan memanfaatkan bibit hasil perbanyakan generatif, memerlukan tahap-tahap kegiatan sebagai berikut:

 

  1. Penyiapan Benih

Benih disiapkan dari buah ceplukan yang tua dan matang dari tanaman ceplukan yang berumur lebih dari 2,5 bulan. Buah yang telah tua dan matang, bila dipijit dengan jari akan mengeluarkan daging buah yang lunak beserta bijinya. Biji ini digunakan sebagai benih yang siap disemai.

 

  1. Penyiapan Media Semai

Penyemaian dilakukan untuk mengecambahkan biji-biji ceplukan sehingga tumbuh menjadi tanaman mini yang telah siap untuk dipindahkan ke lapangan. Tanah yang akan digunakan sebagai media persemaian harus berfisik halus dan gembur serta memiliki unsur hara yang cukup. Kondisi tanah tersebut memberikan kemudahan bagi biji untuk berkecambah dan mengeluarkan akar yang mampu dengan mudah menembus partikel-partikel tanah. Apabila kebutuhan bibit hanya sedikit, cukup digunakan tempat persemaian berupa bak semai, namun bila perlu bibit dalam jumlah banyak, maka perlu disiapkan persemaian dalam bentuk bedengan.

 

  1. Penyemaian Benih

Pemeliharaan benih ceplukan pada bak semai relatif lebih mudah dilakukan dibanding pemeliharaan benih pada bedengan. Penyemaian biji di bedengan perlu ditutup dengan sungkup plastik untuk menekan penguapan air dari media semai, menghindari terpaan panas atau air hujan, serta mencegah serangan hama dan penyakit.

 

  1. Bibit Hasil Persemaian Benih

Perkecambahan biji akan terjadi beberapa bulan setelah penyemaian dilakukan. Setelah biji berkecambah ceplukan akan menjadi tanaman mini. Lamanya waktu dormansi biji ceplukan dipengaruhi oleh kulit biji yang keras dan media penyemaian. Bibit yang berumur 1-1,5 bulan telah siap untuk ditanam di lahan. Tanaman yang diperoleh dari perbanyakan generatif memiliki ciri-ciri akar berwarna putih, berbatang lunak, serta berdaun kecil dan besar dengan jumlah kurang dari 10 lembar.

Perawatan yang perlu dilakukan pada tanaman persemaian meliputi penyiraman,  penyiangan gulma, dan pengendalian hama penyakit.

 

  1. Bibit Hasil Perbanyakan Vegetatif

Bibt ceplukan juga dapat diperoleh dari perbanyakan vegetatif, yang dilakukan dengan cara berikut:

 

  1. Cara Perundukan

Perundukan merupakan cara perbanyakan tanaman ceplukan yang dilakukan dengan melengkungkan cabang tanaman ceplukan yang beradi di bawah, kemudian menimbunnya dengan tanah. Batang ceplukan akan menjadi tanaman lengkap dalam jangka waktu +1 bulan. Tanaman baru tersebut juga telah melakukan aktivitas fisiologis.

 

  1. Bibit Hasil Perundukan

Perbanyakan bibit dengan cara perundukan dapat dilakukan pada Physalis minima L.. Tanaman ceplukan hasil perundukan harus dipisah dari tanaman induknya. Jika tidak dipisah dengan induknya, maka tanaman tersebut tidak dapat tumbuh dan berkembang serta tidak dapat dipergunakan sebagai bibit dan ditanam di tempat lain.

Bibit hasil perbanyakan vegetatif tersebut memiliki akar serabut, berbatang dari cabang yang dirundukkan, dan memiliki daun yang sebagian telah gugur. Hasil perbanyakan vegetatif jumlahnya relatif terbatas.

 

  1. Penanaman

Penanaman ceplukan dapat dilakukan di dalam pot maupun di lahan tanam.

 

  1. Penanaman Ceplukan di dalam Pot

Penanaman ceplukan dapat dilakukan di dalam pot melalui tahap-tahap berikut:

 

  1. Penyiapan Pot

Pot yang ideal digunakan pada tanaman ceplukan adalah pot yang memiliki sifat porous, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Tetapi, jika digunakan pot yang bersifat lebih kedap dan tidak porous maka diperlukan upaya perawatan tanaman yang lebih intensif.

 

  1. Penyiapan Media Tanam

Sebelum penanaman dilakukan, pada dasar pot sebaiknya diberi pecahan genteng, bata, atau sabut kelapa/aren. Perlakuan ini bertujuan untuk mempertahankan agar udara dapat leluasa keluar masuk dan kelebihan air siraman dapat merembes melalui lubang yang terdapat di dasar pot. Kemudian tanah gembur yang telah dicampur dengan pupuk kandang dan pupuk NPK, dimasukkan ke dalam pot hingga ± 5 cm di bawah permukaan pot. Hal ini bertujuan agar air siraman tidak mengalir keluar pot bersama tanah. Karena Physalis minima L. dapat tumbuh lebih besar dibanding Physalis angulata L. dan mampu hidup menahun, maka memerlukan media tanam dan unsur hara yang lebih banyak.

 

  1. Penanaman

Bibit ceplukan yang tumbuh di persemaian memiliki akar relatif sedikit, batang masih lunak, dan jumlah daun ± 8 lembar. Bibit ini memiliki kelemahan yaitu akar dan batangnya mudah rusak, dan setelah dicabut daunnya cepat layu. Oleh karena itu, bibit ceplukan tersebut perlu dipindahkan hati-hati, dan setelah dicabut harus segera ditanam kembali.

Penanaman bibit ceplukan dilakukan dengan membenamkan perakaran dan sebagian batangnya ke dalam tanah. Pangkal batang sedikit ditekan agar akar melekat erat dengan tanah di dalam pot. Pangkal batang tanaman tersebut kemudian ditutup dengan sedikit tanah, agar tanaman dapat berdiri dengan baik. Pot kemudian diberi peneduh, atau dipindahkan ke tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Selanjutnya bibit hasil perundukan yang telah ditanam, perlu ditanam dengan baik.

 

  1. Perawatan

Perawatan tanaman ceplukan yang ditanam di pot meliputi cara-cara sebagai berikut.

1) Penyiraman tanaman dianjurkan dilakukan pada sore hari, dengan volume air siraman yang cukup.

2) Pemupukan tanaman awal dilakukan dengan kompos yang dicampurkan dengan tanah media. Pemupukan susulan dilakukan dengan pupuk Nitrogen yang dilarutkan dalam air penyiraman.

3) Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan bersamaan dengan perawatan tanaman yang lainnya. Pengendalian hama secara mekanis dilakukan dengan mematikan hama dan memusnahkan kelompok telur dari hama tanaman tersebut, serta memusnahkan tanaman yang terserang penyakit.

 

  1. Penanaman Ceplukan di Lahan

Hingga saat ini, belum ditemukan usaha budidaya tanaman ceplukan dengan tujuan komersial. Meskipun sebenarnya, tanaman ceplukan berpotensi besar untuk dikembangkan dengan tujuan komersial. Karena menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, tanaman ceplukan termasuk jenis tanaman yang dianjurkan ditaman pada TOGA.

 

  1. Penyiapan Lahan

Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki fisik tanah dan kehidupan biologi di dalam tanah. Tanah olah yang berfisik remah, menjamin kecukupan oksigen, mampu mengikat air di antara partikel-partikel tanah, menguntungkan bagi aktivitas mikroorganisme tanah, membantu proses pelapukan bahan organis menjadi hara yang bermanfaat bagi tanaman, dan dapat mematahkan siklus hidup gulma. Proses pengolahan tanah perlu disertai pemberian kompos, yang bertujuan untuk menambah hara dalam tanah.

 

  1. Penanaman

Penanaman ceplukan paling baik dilakukan pada awal musim hujan. Dikarenakan pada awal musim tersebut, kelembapan tanah cukup ideal bagi pertumbuhan perakaran tanaman, dan curah hujan mampu menjamin kecukupan air bagi tanaman muda.

Pada dasarnya, teknik penanaman ceplukan di lahan tanam adalah sama dengan penanaman ceplukan di dalam pot. Jarak tanam diatur berdasarkan pola tata tanam, luas lahan, dan kebutuhan bibit per luas lahan.

Pada TOGA, ceplukan dianjurkan untuk ditanam secara tumpang sari. Jarak tanam bagi Physalis angulata L. yang dibudidayakan secara monokultur adalah 40 cm × 50 cm. Namun, apabila budidaya tanaman ditujukan untuk memperoleh brangkas tanaman, maka jarak tanam dapat diatur lebih rapat. Physalis angulata L., dapat ditumpangsarikan dengan tanaman sayuran/obat-obatan yang banyak ditanam di bedengan. Adapun Physalis minima L., dianjurkan untuk ditanam di tepi pagar atau di bagian pinggir petakan, karena hidup menahun dan dapat tumbuh menjadi besar.

 

  1. Perawatan

Perawatan tanaman ceplukan di lahan tanam sama dengan perawatan tanaman ceplukan di pot. Penyuluhan tanaman harus segera dilakukan untuk menggati bibit tanaman yang mati. Penyiraman tanaman ceplukan tidak perlu berlebihan, mengingat kebutuhannya terhadap air tidak beda jauh dengan palawija, yaitu relatif sedikit. Memperhatikan sifat dan fisik tanaman ceplukan, maka pemupukan dapat dilakukan sebanyak  dari dosis pupuk yang digunakan pada tanaman tomat.

 

Perkiraan Dosis Pemupukan Ceplukan, Atas Dasar Rekomendasi Pupuk Tanaman Tomat.

Jenis Pupuk

Kebutuhan Pupuk (kg/ha)

Tomat

Ceplukan

Urea

100-200

25-50

ZA

0-100

0-25

SP-36

100

25

KC1

0-100

0-25

Prinsip pemberian pupuk buatan pada tanaman ceplukan adalah sebagai berikut:

1)      Seluruh dosis pupuk Fosfor dan Kalium, diberikan pada lubang-lubang pertanaman, sedalam penanaman bibit.

2)      Pupuk susulan I, berupa  dosis dari pupuk Nitrogen, yang diberikan 14 hari setelah tanam. Pupuk ditaburkan pada alur yang dibuat di sekeliling tanaman, dengan jarak sekitar 10 cm dari lubang tanam.

3)      Pupuk susulan II, berupa   dosis dari pupuk Nitrogen, yang diberikan 35 hari setelah tanam. Pupuk ditaburkan pada alur yang dibuat di sekeliling tanaman, dengan jarak sekitar 10 cm dari lubang tanam.

4)      Apabila budidaya ceplukan ditujukan untuk dipungut brangkasnya, maka dosis pupuk Nitrogen dapat ditingkatkan, sedangkan dosis pupuk Fosfat dan Kalium dikurangi.

5)      Penggunaan pupuk pada tanaman ceplukan yang ditanam dengan sistem tumpang sari, disesuaikan dengan dosis pupuk yang digunakan bagi tanaman utamanya.

Komentar atas Budidaya Ciplukan

alsya 15 November 2018 08:49:51 WIB
masyaallooh. baru tahu ada desa yang seaktif dan kreatif gini. pertahankan !!

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

Aduan Masyarakat

Keluhan Warga
Silahkan sampaikan keluh kesah anda dengan mengisi formulir secara lengkap

Obrolan Warga Karangmojo

Lokasi Karangmojo

tampilkan dalam peta lebih besar